Postingan kali ini saya akan membahas mengenai shaum,
Apa itu shaum?
Shaum adalah nama pendek dari domba kecil lucu yang ada di MNCtv. panjangannya shaum the sheep.
tapi bohong.
Shaum secara bahasa itu artinya puasa. menahan hawa nafsu, ya... "HAWA" jadi jangan banyak berbicara atau bahasa sopannya cerewet atau bisa disebut bawel, karena apa, karena hawanya seorang yang berpuasa itu sangat menyakitkan. Mungkin rasanya lebih sakit daripada diputusin pacar atau dikalahin naruto.
oke ngga penting.
Jadi. Hawa nafsu manusia yang basic nya nafsuan, nafsu makan, nafsu minum, nafsu marah, nafsu becandain kawannya sampe nanges, itu harus dijaga. Karena Allah berfirman...
Tik..
tok..
tik..
tok..
Saya lupa ayatnya, jadi silahkan cari di Al-Quran.
Puasa,harus dilatih sejak kecil, ya kecil. Bagi yang udah punya anak, bisa tuh ngajarin puasa bagi anaknya, ngga papa, tips nya..
1) Dikasih stimulus berupa hadiah untuk yang puasa nya poll.
Contoh : Kalo anak anda puasanya pol janjiin beliin hadiah, misalkan hadiahnya kucing keturunan presiden Arab yang jago maen layangan.
2) Memberi contoh berpuasa
Contoh: Supaya anak bisa tahan puasanya anda sebagai orang tua pura-pura jadi pengemis. tapi bohongan
3) Berbuka dengan yang manis
Contoh: Liat foto saya.
Oke ngga penting.
Sekarang beneran,. Beneran sumpahh.. Baca lagi yaaa.. :D
Berpuasa itu ada adabnya loh, dan itu harus dijalanin karena puasa itu wajib. Bagi setiap muslimin
apa aja yaaaaa adabnya..
Mau tauu?
SIMAK!!
1. Berpuasa dengan penuh keimanan
Ni ya, jaman sekarang orang berpuasa karna apa? Karna ikut tetangga, sodara, emak bapak, kaka adek, RT RWnya pada puasa, padahal apa? tujuan puasa aja dia ga tau. Kenapa harus ada puasa dia juga tidak terkira dalam benaknya, kita tuh, kalo puasa harus berdasakan niat kepada Allah, melakukan puasa karena Allah, bukan karena pacar. Apalagi puasa cuma karena dimarahin pacarnya. Subhanallah, jangan ya.
2.Menyambut Ramadhan dengan Penuh Kegembiraan
Horrreeee!!! Ramadhan tiba. Gitu. Harus itu, karena soalnya bulan ramadhan itu yang penuh rahmat, penuh ampunan, dan penuh takjil.
Orang yang memohon ampun bakal diampunin. Orang yang minta pertolongan bakal ditolong. Orang yang gendut bisa diet.
3. Mengerjakan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan Allah
Ini penting nih, serius. Manusia yang bertakwa itu yang senantiasa mengerjakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Dalam berpuasa kita harus wajib inget point ini. Saya inget ayatnya "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa" (QS Al-Baqarah: 183)
4. Memperbanyak Shodaqoh dan amal lainnya.
Banyakiiinn.. Serius deh bakal berlipat ganda, ga boleh pelit-pelit, amal harus banyak di bulan puasa, bagus lagi kalo bisa bertahan begitu terus sampe abis bulan puasanya. Contoh: kalo dapet gaji bagi dua sama saya.
itu point point penting. Yang lebih penting masih banyak. tapi empat dulu aja bisa dilaksanain dengan baik udah syukur alhamdulillah. Dilakuin yaaa. insyaallah berkah \m/
1. Berpuasa Dengan Penuh Keimanan.
Menjalankan kewajiban dan sunnah-sunnah puasa dengan baik dan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau kebiasaan rutinitas dalam masyarakatnya. Akan tetapi mengetahui dan memahami bahwasannya wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan kewajiban dan sunnah puasa tersebut.
2. Menyambut Ramadhan Dengan Kegembiraan.
Menyambut bulan Ramadhan dengan bangga, gembira, dan bahagia. Karena bulan Ramadhan termasuk karunia Allah dan rahmat-Nya kepada umat manusia. Bentuk ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa khususnya dalam ramadhan ini adalah dengan cara memuji Allah yang telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan, Meminta pertolongan kepada Allah agar Dia membantunya dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan mempersembahkan amal-amal shalih dalam bulan Ramadhan.
3. Mengerjakan Perintah Dan Menjauhi LaranganNya.
Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan (yang artinya):
4. Memperbanyak Shodaqoh Dan Amalan Kebaikan Lainnya.
Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan, dan juga memperbanyak amal kebaikan lainnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an.
5. Menjauhi Segala Hal Yang Bisa Merusak Pahala Ibadah Puasa.
Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya. Menjaga lisan dan lidahnya dari berkata bohong dan dusta, mencela, berghibah dan perbuatan yang merusak amalan puasa kita lainnya.
6. Mengakhirkan Makan Sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan pelaksanaan makan sahur, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh. Hal ini berdasarkan dalil dan juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya kami segenap para nabi, kami diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, serta agar kami meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami ketika shalat. (HR. Ibnu Hibban ).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjadikan makan sahur sebagai pembeda antara puasanya kaum muslimin dengan puasanya ahlul kitab. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Pembeda antara puasa kita "kaum muslimin" dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
7. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Menyegerakan buka puasa ketika telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy). Sunnah berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air. - See more at: http://www.safiyhati.com/2013/07/adab-adab-berpuasa.html#sthash.BlaqhSvc.dpuf
Menjalankan kewajiban dan sunnah-sunnah puasa dengan baik dan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau kebiasaan rutinitas dalam masyarakatnya. Akan tetapi mengetahui dan memahami bahwasannya wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan kewajiban dan sunnah puasa tersebut.
2. Menyambut Ramadhan Dengan Kegembiraan.
Menyambut bulan Ramadhan dengan bangga, gembira, dan bahagia. Karena bulan Ramadhan termasuk karunia Allah dan rahmat-Nya kepada umat manusia. Bentuk ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa khususnya dalam ramadhan ini adalah dengan cara memuji Allah yang telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan, Meminta pertolongan kepada Allah agar Dia membantunya dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan mempersembahkan amal-amal shalih dalam bulan Ramadhan.
3. Mengerjakan Perintah Dan Menjauhi LaranganNya.
Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan (yang artinya):
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah:183).
4. Memperbanyak Shodaqoh Dan Amalan Kebaikan Lainnya.
Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan, dan juga memperbanyak amal kebaikan lainnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an.
5. Menjauhi Segala Hal Yang Bisa Merusak Pahala Ibadah Puasa.
Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya. Menjaga lisan dan lidahnya dari berkata bohong dan dusta, mencela, berghibah dan perbuatan yang merusak amalan puasa kita lainnya.
6. Mengakhirkan Makan Sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan pelaksanaan makan sahur, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh. Hal ini berdasarkan dalil dan juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya kami segenap para nabi, kami diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, serta agar kami meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami ketika shalat. (HR. Ibnu Hibban ).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjadikan makan sahur sebagai pembeda antara puasanya kaum muslimin dengan puasanya ahlul kitab. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Pembeda antara puasa kita "kaum muslimin" dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
7. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Menyegerakan buka puasa ketika telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy). Sunnah berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air. - See more at: http://www.safiyhati.com/2013/07/adab-adab-berpuasa.html#sthash.BlaqhSvc.dpuf
1. Berpuasa Dengan Penuh Keimanan.
Menjalankan kewajiban dan sunnah-sunnah puasa dengan baik dan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau kebiasaan rutinitas dalam masyarakatnya. Akan tetapi mengetahui dan memahami bahwasannya wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan kewajiban dan sunnah puasa tersebut.
2. Menyambut Ramadhan Dengan Kegembiraan.
Menyambut bulan Ramadhan dengan bangga, gembira, dan bahagia. Karena bulan Ramadhan termasuk karunia Allah dan rahmat-Nya kepada umat manusia. Bentuk ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa khususnya dalam ramadhan ini adalah dengan cara memuji Allah yang telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan, Meminta pertolongan kepada Allah agar Dia membantunya dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan mempersembahkan amal-amal shalih dalam bulan Ramadhan.
3. Mengerjakan Perintah Dan Menjauhi LaranganNya.
Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan (yang artinya):
4. Memperbanyak Shodaqoh Dan Amalan Kebaikan Lainnya.
Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan, dan juga memperbanyak amal kebaikan lainnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an.
5. Menjauhi Segala Hal Yang Bisa Merusak Pahala Ibadah Puasa.
Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya. Menjaga lisan dan lidahnya dari berkata bohong dan dusta, mencela, berghibah dan perbuatan yang merusak amalan puasa kita lainnya.
6. Mengakhirkan Makan Sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan pelaksanaan makan sahur, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh. Hal ini berdasarkan dalil dan juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya kami segenap para nabi, kami diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, serta agar kami meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami ketika shalat. (HR. Ibnu Hibban ).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjadikan makan sahur sebagai pembeda antara puasanya kaum muslimin dengan puasanya ahlul kitab. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Pembeda antara puasa kita "kaum muslimin" dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
7. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Menyegerakan buka puasa ketika telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy). Sunnah berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air. - See more at: http://www.safiyhati.com/2013/07/adab-adab-berpuasa.html#sthash.BlaqhSvc.dpuf
Menjalankan kewajiban dan sunnah-sunnah puasa dengan baik dan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau kebiasaan rutinitas dalam masyarakatnya. Akan tetapi mengetahui dan memahami bahwasannya wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan kewajiban dan sunnah puasa tersebut.
2. Menyambut Ramadhan Dengan Kegembiraan.
Menyambut bulan Ramadhan dengan bangga, gembira, dan bahagia. Karena bulan Ramadhan termasuk karunia Allah dan rahmat-Nya kepada umat manusia. Bentuk ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa khususnya dalam ramadhan ini adalah dengan cara memuji Allah yang telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan, Meminta pertolongan kepada Allah agar Dia membantunya dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan mempersembahkan amal-amal shalih dalam bulan Ramadhan.
3. Mengerjakan Perintah Dan Menjauhi LaranganNya.
Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan (yang artinya):
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah:183).
4. Memperbanyak Shodaqoh Dan Amalan Kebaikan Lainnya.
Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan, dan juga memperbanyak amal kebaikan lainnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an.
5. Menjauhi Segala Hal Yang Bisa Merusak Pahala Ibadah Puasa.
Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya. Menjaga lisan dan lidahnya dari berkata bohong dan dusta, mencela, berghibah dan perbuatan yang merusak amalan puasa kita lainnya.
6. Mengakhirkan Makan Sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan pelaksanaan makan sahur, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh. Hal ini berdasarkan dalil dan juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya kami segenap para nabi, kami diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, serta agar kami meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami ketika shalat. (HR. Ibnu Hibban ).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjadikan makan sahur sebagai pembeda antara puasanya kaum muslimin dengan puasanya ahlul kitab. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Pembeda antara puasa kita "kaum muslimin" dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
7. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Menyegerakan buka puasa ketika telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy). Sunnah berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air. - See more at: http://www.safiyhati.com/2013/07/adab-adab-berpuasa.html#sthash.BlaqhSvc.dpuf
1. Berpuasa Dengan Penuh Keimanan.
Menjalankan kewajiban dan sunnah-sunnah puasa dengan baik dan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau kebiasaan rutinitas dalam masyarakatnya. Akan tetapi mengetahui dan memahami bahwasannya wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan kewajiban dan sunnah puasa tersebut.
2. Menyambut Ramadhan Dengan Kegembiraan.
Menyambut bulan Ramadhan dengan bangga, gembira, dan bahagia. Karena bulan Ramadhan termasuk karunia Allah dan rahmat-Nya kepada umat manusia. Bentuk ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa khususnya dalam ramadhan ini adalah dengan cara memuji Allah yang telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan, Meminta pertolongan kepada Allah agar Dia membantunya dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan mempersembahkan amal-amal shalih dalam bulan Ramadhan.
3. Mengerjakan Perintah Dan Menjauhi LaranganNya.
Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan (yang artinya):
4. Memperbanyak Shodaqoh Dan Amalan Kebaikan Lainnya.
Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan, dan juga memperbanyak amal kebaikan lainnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an.
5. Menjauhi Segala Hal Yang Bisa Merusak Pahala Ibadah Puasa.
Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya. Menjaga lisan dan lidahnya dari berkata bohong dan dusta, mencela, berghibah dan perbuatan yang merusak amalan puasa kita lainnya.
6. Mengakhirkan Makan Sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan pelaksanaan makan sahur, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh. Hal ini berdasarkan dalil dan juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya kami segenap para nabi, kami diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, serta agar kami meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami ketika shalat. (HR. Ibnu Hibban ).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjadikan makan sahur sebagai pembeda antara puasanya kaum muslimin dengan puasanya ahlul kitab. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Pembeda antara puasa kita "kaum muslimin" dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
7. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Menyegerakan buka puasa ketika telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy). Sunnah berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air. - See more at: http://www.safiyhati.com/2013/07/adab-adab-berpuasa.html#sthash.BlaqhSvc.dpuf
Menjalankan kewajiban dan sunnah-sunnah puasa dengan baik dan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau kebiasaan rutinitas dalam masyarakatnya. Akan tetapi mengetahui dan memahami bahwasannya wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan kewajiban dan sunnah puasa tersebut.
2. Menyambut Ramadhan Dengan Kegembiraan.
Menyambut bulan Ramadhan dengan bangga, gembira, dan bahagia. Karena bulan Ramadhan termasuk karunia Allah dan rahmat-Nya kepada umat manusia. Bentuk ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa khususnya dalam ramadhan ini adalah dengan cara memuji Allah yang telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan, Meminta pertolongan kepada Allah agar Dia membantunya dalam pelaksanaan ibadah puasa, dan mempersembahkan amal-amal shalih dalam bulan Ramadhan.
3. Mengerjakan Perintah Dan Menjauhi LaranganNya.
Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah yang berkenaan dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan (yang artinya):
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah:183).
4. Memperbanyak Shodaqoh Dan Amalan Kebaikan Lainnya.
Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan, dan juga memperbanyak amal kebaikan lainnya, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an.
5. Menjauhi Segala Hal Yang Bisa Merusak Pahala Ibadah Puasa.
Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya. Menjaga lisan dan lidahnya dari berkata bohong dan dusta, mencela, berghibah dan perbuatan yang merusak amalan puasa kita lainnya.
6. Mengakhirkan Makan Sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan pelaksanaan makan sahur, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh. Hal ini berdasarkan dalil dan juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya kami segenap para nabi, kami diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, serta agar kami meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami ketika shalat. (HR. Ibnu Hibban ).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjadikan makan sahur sebagai pembeda antara puasanya kaum muslimin dengan puasanya ahlul kitab. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Pembeda antara puasa kita "kaum muslimin" dengan puasanya ahlul kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
7. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Menyegerakan buka puasa ketika telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy). Sunnah berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air. - See more at: http://www.safiyhati.com/2013/07/adab-adab-berpuasa.html#sthash.BlaqhSvc.dpuf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)