Not Like I did Yesterday
By
Aas Sania
Articels
·
Story
·
Writing Projects
Aku punya pedang di ujung lidahku yang jika di dengar kadang sangat... sakit.
Jadi solusi terbaik jika kamu bersalah, jangan bicara padaku atau kamu akan mendengar sesuatu yang menyayat hatimu seperti sekarang.
Maaf?
Tidak aku tidak butuh maaf.
Aku bahkan bisa memberi seribu maaf untukmu dengan cuma-cuma.
Aku hanya sedang, membuat kamu belajar dengan caraku.
Baru saja kamu kirim pesan, kamu bilang sedih. bingung. Jika saja kamu tahu di sini aku sedang apa...
Sekedar tertawa membaca pesanmu. ~
Kamu mengirim lagi. oke aku tahu sekarang kecewa itu mulai timbul dari perasaanmu.
Tapi aku hanya ingin kamu berubah karena kamu berhasil membuatku berubah.
Berubah dari rasa baik menjadi hilang.
Aku dulu melihatmu dengan suka dan sekarang, datar.
Aku dulu bicara padamu dengan riang tapi sekarang, hambar.
Tenang saja aku bukan pendendam hanya aku terlalu keras.
Kamu harus berubah. Ini bukan demi aku tapi demi kebaikanmu dan kebaikan hidupmu.
Jika hidupmu dibandrol di tengah swalayan, tidak akan ada yang membeli bahkan menawar. Aku tahu karena kamu tidak membuat kualitas baik untuk dirimu sendiri.
Aku mau kamu bangkit dan bergerak ke depan.
Aku mau kamu bisa capai semuanya dengan kerja keras yang matang
Bukan dengan acuh pada hidupmu tanpa prinsip tanpa mengerti batas.
Kamu dewasa tapi begitu anak-anak.
Baik kita berhenti sampai di sini.
Kamu masih terlalu lemah menghadapi aku.
Jika perjalanan ini hanya membuahkan cerita buruk maaf aku harus mengahirinya.
Atau mungkin ada sesuatu yang lain yang bisa diperhitungkan, kita lihat biar waktu yang menceritakan kembali.
Discussion Box
SEARCH
LATEST
3-latest-65px
SECCIONS
- EKONOMI X (3)
- EKONOMI XI (10)
- EKONOMI XII (7)
- Ekonomi Syariah (30)
- Writing Projects (94)
Diberdayakan oleh Blogger.
A. SANIA FIRDAUS
(Lampung - Indonesia)
Islamic Econom
Creativepreneur
Dont follow me, follow Rasulullah SAW
Barang siapa menempuh sebuah jalan
untuk menuntut ilmu,
Maka Allah akan memudahkan baginya
Jalan menuju surga
(HR. Tirmidzi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)