Curhat Dini Hari yang Terlalu Malam


Tidak akan pernah mungkin mengikuti naluri yang jumlahnya tidak bisa kuhitung, yang keberadaannya tidak bisa kubendung.
Kadang aku ingin menjadi seorang penulis, esok paginya setelah aku tertidur aku terbangun dan ingin menjadi seorang astronot karena aku begitu menyukai angkasa, kadang aku amat sangat mencintai bermain gitar, namun seketika aku bercita-cita menjadi seorang guru. Sesekali aku melukis gambar wajah-wajah manusia yang bahagia, kemudian aku membaca buku-buku keilmuan dan aku ingin jadi dosen. Kadang aku ingin melihat uang setiap hari, aku juga membangun impian menjadi seorang pegawai bank. Aku juga mendesain ribuan karya dalam berbagai media, aku juga mau jadi desainer grafis.  Aku selalu suka tertawa dan terlalu sering ditertawakan, aku ingin jadi lelucon, komedian yang membahagiakan orang-orang. Aku juga sangat sangat ingin mengenakan blazer dan rok span ala kantoran yang terlihat formal dan keren. Aku juga suka nonton film, aku mau membuat film yang bisa membuat orang tertawa dan menangis, atau tertawa sampai menangis dalam satu waktu. Aku juga suka kucing, dan aku mau membuat penangkaran kucing jalanan. Aku suka.. ah sudahlah, terlalu banyak, mungkin jariku bisa terbelah menjadi ratusan jika kuteruskan. Aku tertidur, dalam mimpi ribuan harapan tercipta, seperti puzzle yang memiliki begitu banyak potongan, puzzle itu belum tersusun sampai sekarang.  Apa jawaban dari puzzle ini? Akan jadi apa aku? Bisakah aku jadi semua dari mimpiku itu?

Tapi untuk sekarang semua harapan satu per satu telah kuhapus.

Aku tidak ingin banyak hal.

Kali ini yang aku mau cuma satu.

Wisuda.

Itu saja.

aassania

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)