Bagimu Ibu Pertiwi



indonesia menangis

Bagimu Ibu Pertiwi
Kau, yang makin renta masih membentang
antara Merauke hingga Sabang,
Kau, yang bagai surga senantiasa dipuja
kini hampir membuat setengah dari kami putus asa
Kau, Bumiku negeri luhur
Kini lara memikul kesedihan, pula kesakitan
tangis yang memuncak, 
murka anak-anak kecil yang meracau
cerca remaja-remaja yang mengacau

Padamu Ibuku,
Akankah, nanti suatu hari...
Anak cucu kami mendengar
bumi hijau dan sungai mengalir dalam bentuk dongeng dahulu kala?
Akankah, mereka
Tak bisa memandang pohon hijau besar-besar yang gagah berpijak?
Tak bisa dengan lepas menghela nafas?
Tak bisa rasakan air bersih tanpa membayar mahal?

Bagimu Ibu Pertiwi,
Meski kau bangga karena satu dari kami menang olimpiade matematika
Tapi kau bersedih, karena esoknya ratusan lainnya membakar hutan
Meski kau bahagia karena satu dari kami juara olahraga dunia
Tapi kau menangis, karena setiap hari jutaan ikan dirampas dari lautan
Bumiku yang kaya,
Kini miskin karena ulah kami sendiri
Hutan sebagai harta
Kini lenyap begitu saja
Bahkan hujan sudah enggan berteman
Sudah enggan mengunjungi pelatara-pelatara rumah yang mengering dari kejauhan
Kini rumput dan ilalang mati
Dimakan sepi dan kekeringan hati manusiawi

Bagimu Bumi Pertiwi,
Ini kami, putra-putrimu yang masih setia.
Tapi kami-pun tak menahu bisa berbuat apa.
Menyalahkan saudara-saudari kami sendiri?
Lalu akan jadi apa nusantara, hanya saling berperang, saling menyakiti
Bahkan tragedi terbiasa menjadi bahan gurauan
Beban berat di bahu sang pemimpin, yang pasalnya semata-mata bukan murni salahnya
Sekali lagi saling menyalahkan bukan jalan keluar.
Tapi ini adalah teguran bagi kami.
KAMI.
Satu-per-satu dari kami
yang nuraninya sudah mati
Tiada ucap syukur hingga negeri ini hancur
Tiada saling menjaga, hingga bayi-bayi tanpa dosa terkirim ke pusara
Tiada saling cinta, hingga hewan langka satu demi satu tiada
Hanya saling curiga, saling adu, menghalalkan kecurangan.
 Beginilah negeri kita sekarang
Ibu,
Sedang menangis pilu
dan kami putra-putrimu hanya terdampar dalam satu tanda tanya besar
diiringi doa-doa haru yang menyertaimu
Semoga lekas membaik
Bagimu,
Ibu Pertiwiku.

Backsound - Ibu Pertiwi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)