Kita
Adalah layak fajar dan senja
Tidak akan pernah bersatu dan dipersatukan.
Hanya menunggu.
Fajar menunggu senja pulang, lalu ketika senja datang, fajar sudah jauh menghilang.
Menurutku bukankah cinta memang harus sedikit bersabar?
Tapi apa yang terjadi pada senja adalah,
Dunia yang menakdirkannya lekat pada malam.
Dan yang terjadi pada fajar adalah,
Dunia yang menyatukannya pada pagi.
Jika keduanya bertemu?
Dunia tidak akan lagi terlihat sama.
Mungkin karena itu fajar dan senja terlihat pilu dari kejauhan.
Fajar memerahkan angkasa, senja menjinggakannya.
Lalu kapan cahaya datang padanya?
Tidak akan pernah,
Karena semu adalah mereka.
Semu yang telah mencandu
Begitukah ketika menemukan seseorang yang terasa paling tepat tapi waktunya terlalu salah.
Begitulah gambaran dua insan yang katakan cinta memang tidak harus miliki
Lalu biarkan saja fajar dan senja menuliskan satu sama lain ke dalam daftar hal-hal yang tidak bisa dimiliki.
Biar saling merindu, menunggu,
Dengan penantian yang tidak berakhir.
Menyesap Pagi
By
Aas Sania
Poetry
·
puisi
·
Writing Projects
Discussion Box
SEARCH
LATEST
3-latest-65px
SECCIONS
- EKONOMI X (3)
- EKONOMI XI (10)
- EKONOMI XII (7)
- Ekonomi Syariah (30)
- Writing Projects (94)
Diberdayakan oleh Blogger.
A. SANIA FIRDAUS
(Lampung - Indonesia)
Islamic Econom
Creativepreneur
Dont follow me, follow Rasulullah SAW
Barang siapa menempuh sebuah jalan
untuk menuntut ilmu,
Maka Allah akan memudahkan baginya
Jalan menuju surga
(HR. Tirmidzi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)