Benar Saja Hanya Akan Seperti Itu


Sayangnya bagi seseorang yang begitu rapuh
Melupakan yang melupakannya adalah hal yang begitu sulit.
Meski dia menguburnya diam-diam, rapat-rapat.
Tapi luka itu tetap saja sangat. Menusuk rusuk.

Sebaliknya,
Sayangnya bagi seseorang yang begitu brengsek
Melupakan yang tak bisa melupakannya adalah hal yang begitu sederhana
Mengabaikan yang tak bisa mengabaikannya adalah lelucon yang begitu jenaka
Meski dia berpura-pura buta saja.
Tapi luka yang sangat menyayat itu, rasanya sama sekali tak bisa dikiaskan padanya.

Terlukai, dan melukai,
Manusia hanya akan hidup seperti itu.
Timbal balik,
Hukum alam hanya akan terus berlaku seperti itu.

Yang sedang terluka itu,
setidaknya dia bukan seorang pengganggu.
Dia tidak pernah mengejar, dia tidak pernah menjadi bayang-bayang
Dia tidak pernah berusaha masuk ke dalam kehidupan orang lain dengan sendiri.
Dia tidak pernah mau itu terjadi, lalu dia hanya membiarkan itu terjadi
Sebab tidak ingin melukai yang brengsek itu.
Tapi segala hanya kepura-puraan yang amat murahan.

Yang terluka itu,
Masih saja mengutuki kebodohannya, menertawai apa yang berlalu padanya
Benar saja hidup hanya akan seperti itu.
Benar saja hidup akan semakin licik.
Semakin keras berlari.
Pun semakin kuat lawan di kanan kiri.

Hiduplah saja sendiri.
Karena hanya dirimu dan sepuluh jarimu yang hanya akan selalu menjadi teman terbaik.

aas sv

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)