PRODUK AKSESORIS INTERIOR NUSANTARA


 

Produk Kerajinan Aksesoris Interior Rumah Tangga (Home Decor) Terinspirasi Budaya Nusantara

 Di masa lalu, bentuk kerajinan seperti gerabah, keranjang, tikar, patung, motif ukiran telah menjadi bagian dari bangunan tradisional dan sebagai alat-alat yang dapat dimanfaatkan dalam hidup sehari-hari. Berjalannya waktu, bentuk-bentuk kerajinan ini berkembang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun juga sebagai elemen dekoratif. Perkembangan desain produk aksesoris rumah tangga (home decor) pun semakin variatif mengikuti perkembangan gaya hidup yang selalu dinamis. 

Keragaman budaya Indonesia saat ini telah sering dimanfaatkan sebagai sumber gagasan dalam pengembangan produk interior rumah tangga. Bentuk-bentuk peninggalan tradisi dari suku-suku dan bentuk kepercayaan masyarakat di Nusantara yang kaya dan beragam menjadi sumber gagasan yang tiada habisnya. Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi alternatif yang menarik dalam mengembangkan produk kerajinan rumah tangga yang unik baik bagi pasar dalam negeri maupun luar negeri. 

Berikut ini beberapa contoh produk interior yang dapat dikembangkan dengan terispirasi budaya Nusantara

 



“Konteks budaya non objek apakah yang ingin saya angkat dalam produk interior yang akan dibuat?”

Produk Aksesoris Interior Rumah Terinspirasi Budaya Nusantara Non Objek

Rumah adalah tempat dimana kita menghabiskan waktu terbanyak setelah sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Rumah menjadi tempat dimana kita beristirahat, melakukan aktivitas bersama keluarga ataupun teman, dan bahkan mengerjakan hobi kita. Sebuah rumah yang tertata dengan dihiasi produk-produk aksesoris rumah tangga (home decor) yang menarik tentunya akan membantu kita untuk lebih betah dan nyaman di rumah

Fungsi produk aksesoris interior rumah tangga secara umum terbagi menjadi fungsi pakai dan fungsi dekoratif (hias). Produk aksesoris interior rumah tangga dengan fungsi pakai dibuat terutama untuk memenuhi nilai guna dari produk tersebut. Sementara produk aksesoris interior rumah tangga dengan fungsi hias dibuat dengan mengutamakan nilai estetis/keindahannya sebagai elemen dekoratif pada ruangan. Dewasa ini, kita sering menemukan produk aksesoris interior rumah tangga yang tidak hanya memiliki fungsi pakai, namun juga didesain unik dan menarik sehingga tetap sesuai untuk menjadi elemen dekoratif ruangan rumah tinggal. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai ekonomis/nilai jual dari produk aksesoris interior rumah tangga yang dibuat. Produk yang bernilai guna dan unik serta menarik disaat yang bersamaan akan lebih diminati oleh masyarakat luas. 
 
Dalam membuat produk kerajinan aksesoris interior dengan fungsi utama sebagai elemen dekoratif ruang, maka perlu adanya beberapa unsur penting yang harus dipertimbangkan seperti: keterampilan tangan (kemampuan teknik pembuatan), unsur ragam hias serta unsur estetika yang melingkupi bentuk, warna dan komposisi. Kemampuan memodifikasi berbagai bahan dan teknik lokal akan menghasilkan produk kerajinan yang unik dan segar. 
 
Pada unit satu, telah dijelaskan bahwa sumber inspirasi budaya Nusantara bagi produk kerajinan dapat bersumber dari objek/artefak Nusantara dan dari bentuk budaya Nusantara non objek. Unit ini akan fokus kepada pengembangan produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi dari bentuk budaya Nusantara non objek
 

Contoh Produk Interior Fungsi Pakai Yang Terinspirasi Budaya Nusantara Non Objek

Tempat Lilin 

Contoh pengembangan bentuk tempat lilin yang bernilai fungsi namun tetap mengutamakan estetika sebagai elemen dekorasi interior, terispirasi dari lekuk tubuh penari tradisional (penyederhanaan bentuk/simbol). Lekuk tubuh penari diinterpretasikan dalam simbol garis tipis sederhana yang menghasilkan desain produk kerajinan logam yang modern dan unik


Contoh Produk Interior Fungsi Hias Yang Terinspirasi Budaya Nusantara Non Objek

Hiasan Dinding 

Pengembangan fungsi topeng (karakter) yang biasanya digunakan dalam upacara masyarakat adat Sulawesi menjadi hiasan dinding sebagai bagian dari fungsi dekoratif interior.


Merencanakan Proyek: 

Peserta didik merencanakan proyek aksesoris interior secara mandiri berdasarkan kebutuhan sehari-hari di rumahnya. Untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan produk aksesoris interior, peserta didik dapat menyimpulkan berdasarkan pengamatan pribadi, maupun berdasarkan interview yang dilakukan kepada anggota keluarga di rumah seperti orang tua, kakak dan adik.

Langkah-langkah perencanaan proyek: 

1. Eksplorasi Gagasan/Ide Produk Aksesoris Interior Rumah Terinspirasi Budaya Nusantara Non Objek 


2. Eksplorasi Potensi Sumber Daya Lokal

Membicarakan mengenai sumber daya pada produk kerajinan yang dipersiapkan sebagai produk komersil akan selalu berhubungan dengan kemampuan manjemen usaha produk. Manajemen berkaitan erat dengan berbagai bidang, bentuk, dan organisasi serta tipe kegiatan. Dalam manajemen usaha terdapat enam unsur yang saling berkaitan. 

1. Sumber daya manusia 

Sumber daya manusia merujuk pada kemampuan keterampilan manusia yang terlibat dalam produksi produk dan pemasarannya. Pilihan kemampuan teknik yang telah terkuasai dengan baik memudahkan produksi kerajinan. 

2. Sumber keuangan 

Modal usaha atau modal awal merupakan salah satu unsur yang penting untuk dipertimbangkan. Dalam perhitungan keuangan, tidak hanya modal usaha yang harus dipertimbangkan, tetapi juga Breakeven Point-nya yang akan mempengaruhi penentuan harga jual dari produk kerajinan yang dibuat. 

3. Materi/bahan 

Pada produksi kerajinan, pemilihan bahan setengah jadi dan bahan jadi merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan. Kemudahan dalam mendapatkan bahan, peluang inovasi, efektivitas. dan lain-lain berhubungan langsung dengan bahan produk kerajinan yang akan dipilih. 

4. Mesin/alat 

Ketersediaan alat yang dibutuhkan untuk membuat produk kerajinan mempermudah efisiensi kerja dalam proses produksi.  

5. Metode 

Metode yang dimaksudkan di sini adalah penetapan pelaksanaan kerja tugas yang diberikan secara seefisien mungkin baik secara waktu, keuangan, maupun pemasaran. 

6. Pasar 

Pemasaran adalah faktor penting pada kesuksesan produk kerajinan. Target pasar dan produk yang tepat dapat mempermudah penjualan produk yang dihasilkan. Perhatikan juga daya beli pasar dalam perhitungan harga produk.

Sumber daya lokal sebagai bahan produk kerajinan 

Indonesia memilki potensi alam yang sangat kaya. Hal ini didukung oleh area daratan dan lautan Nusantara yang terdiri dari pulau-pulau yang menyebar dengan kondisi alam yang berbeda-beda. Setiap daerah di Indonesia memiliki ketersediaan sumber daya alam dan buatan yang berbeda-beda pula, dan dapat dijadikan ciri khas dari produk kerajinan aksesoris interior rumah tangga yang akan dibuat. 

Beberapa sumber daya alam yang banyak tersedia di daerahdaerah di Nusantara antara lain adalah: bambu, kayu, rotan, batuan alam, logam, batok kelapa, kerang, tanah liat, benang rami, katun, dan lain sebagainya.

1. Tanah liat 

Tanah liat adalah bahan yang mudah ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahan tanah liat sedari dulu telah dimanfaatkan dalam pembuatan gerabah dapur dan kehidupan sehari-hari. Karakteristik tanah liat yang fleksibel, lunak dan mudah dibentuk, membuat tanah liat cukup populer untuk dipilih sebagai bahan utama pembuatan produk kerajinan. 

2. Logam 

Karakteristik bahan logam mudah dibentuk dengan teknik cetak, serta memberikan tampilan yang unik dan menarik, menjadikan bahan ini menjadi salah satu bahan favorite dalam pembuatan produk kerajinan.

3. Tali 

Tali merupakan bahan yang saat ini memiliki banyak ragam pilihan tekstur dan warna baik yang terbuat dari serat alam maupun serat sintetis. Karakteristik tali yang lemas, fleksibel dan mudah dibentuk simpul, memberikan kebebasan bagi perajin untuk membuat berbagai produk. 

“Sumber daya apa (material dan teknik) yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk dan mudah didapat/ banyak tersedia di lingkungan sekitar kita?” 

Contoh Eksplorasi Produk Kerajinan Berbahan Lokal

Daerah Jawa Barat memiliki potensi bahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan di dalam produk aksesoris interior rumah tangga. Beberapa bahan/material yang mudah dijumpai, antara lain kayu, bambu, rotan, kelapa, logam, dan berbagai jenis benang. Berikut adalah beberapa contoh bentuk kerajinan aksesoris interior rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah didapat. 

1. Peralatan memasak dari kayu 

Pemanfaatan potongan-potongan kayu ataupun limbah kayu bekas untuk didaur ulang menjadi peralatan masak yang bernilai fungsi dan juga dapat sebagai elemen estetis interior rumah. Hal ini memberikan nilai ekonomis pada sisa potongan kayu yang masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai jual tinggi. 


 

2. Kap lampu dari batok kelapa 

 Kap lampu hasil modifikasi bahan kayu dan batok kelapa. Batok kelapa biasanya tidak terpakai dan sering kali dianggap sebagai sampah. Pemanfaatan potongan batok kelapa yang disusun dengan teknik tempel membentuk mozaik sebagai elemen dekoratif pada lampu gantung.


3. Cermin dinding dari tali dan daun alang-alang 

Cermin dinding sebagai elemen dekoratif ruangan yang terbuat dari modifikasi bahan tali katun dengan daun alang-alang kering. Pemanfaatan daun alang-alang yang dikeringkan memberikan hasil yang unik dan inovatif.  

TUGAS MANDIRI

Buatlah perencanaan proyek mandiri yang terdiri dari: 

• Studi obeservasi produk aksesoris interior rumah tangga yang dibutuhkan di rumah masing-masing. 

• Studi eksplorasi unsur budaya Nusantara - nonobjek (interpretasi legenda, puisi, upacara adat, tari tradisional, dan lain-lain) yang dapat dijadikan sumber inspirasi nilai estetis produk. 

• Studi sumber daya yang tersedia di lingkungan tempat tinggalmu. Berikan penilaian sumber daya apakah yang tersedia dan mudah didapat yang potensial untuk dimanfaatkan pada produk aksesoris interior rumah tangga yang akan dibuat. 

• Tuliskan rencana proyek produk aksesoris interior rumah tangga berdasarkan hasil studi obeservasi dan eksplorasi yang telah dilakukan.

6 komentar:

Mau komen? boleehhhh.. :)