Kisah Duo Jono Jeni Episode 1


Ini cerita nyata yang sebenarnnya tidak penting tapi sangat berarti untuk lembaran kenangan Jono dan Jeni yang lucu.

Pagi ini... matahari cerah, seperti biasanya Jono datang kerumah Jeni untuk berangkat sekolah bersama. Jono dan Jeni adalah sahabat baik yang saling melengkapi dalam susah maupun sangat susah. .
“Mau kerumah saya kan ini?” Tanya Jono. .
“Sekolah.” Jawab Jeni. .
Begitulah dialog mereka setiap hari kadang nggak penting.
“Ntar ke toko buku yuk, buat ngerjain tugas” Ajak Jeni. .
“Katanya mau ke toko komputer?” Tanya Jono .
“Ya mampir ke toko buku.” Jawab Jeni. .
“Kan abis itu mau sekolah.” Ucap Jono. .
“Kan ke toko bukunya bentar doang nggak minep.” Jawab Jeni. .
“Terus ini ke toko buku dulu apa toko komputer dulu?” Tanya Jono. .

~~Setelah dua juta tahun berdebat~~  .
Mereka ke toko komputer dulu.
Jono dan Jeni tidak ke sekolah, karena tidak ada jam sekolah. Mereka pergi ke sebuah toko komputer untuk menggaransikan tablet Jeni yang rusak. Jeni memang sering sekali merusak barang-barang.“Mbak mau garansiin HP” Ucap Jeni.
“Iya mbak, tunggu sebentar ya.” Jawab Mbak-mbak yang berjilbab hitam, entah siapa namanya, sebut saja dia Samsul.
“Tu, banyak tablet, lebih lebar, beli lagi aja, pake garansi-garansi.” Ucap Jono kepada Jeni.
Tidak lama kemudian Om-Om berjenggot keluar. Om itu sangat ramah, Jeni dan Jono mengurus garansi HP, Jeni meninggalkan identitas dan nomor HP untuk dihubungi jika garansinya selesai dan lalu mereka keluar dari toko komputer dengan senyam senyum, jangan tanya alasannya. Karena mereka memang senyum-senyum tanpa alasan.
Setelah itu mereka menuju ke toko buku. Jono dan Jeni hanya melihat-lihat dan tidak bertanya kepada penjaga toko sebelum mereka ditanya duluan.
"Nyari apa Mbak?" Tanya si Mbak penjaga toko buku.
"Buku Manajemen Bank Mbak" Jawab Jeni
"Manajemen Perbankan Mbak?" Tanya Mbak itu lagi
"Iya Mbak," Jawab Jono
Mbak itu mencari-cari judul buku di catatannya, lembarnya di bolak-balik bolak-balik sampai lecek tapi percuma setelah ditunggu ternyata bukunya tidak ada. Lalu Jono dan Jeni pergi meninggalkan toko buku dengan senyam-senyum pula.
"Mbak, buku sebanyak itu kok nggak ada. Bakar aja tokonya." Ucap Jeni.
"Ngomongnya yang keras." Sahut Jono sambil tertawa.
Setelah itu Jono dan Jeni menuju ke sekolah. Setelah sampai di sekolah Jono becandain Jeni terus, Jono menumpahkan minuman ke baju Jeni dan Jeni marah kepada Jono. Lalu Jeni dan Jono diem-dieman. Setelah agak lama mereka diem-dieman Jono dan Jeni saling bertatapan dan lalu mereka tertawa bersama.. Mereka tidak jadi marahan. :D
Jono dan Jeni setelah baikan, mereka makan mi ayam di dekat sekolah, Jono curhat dan Jeni mendengarkan.
di Sekolah mereka tidak ada pelajaran karena baru awal masuk setelah liburan semester, jadi gurunya masih malas masuk sekolah.
Jono dan Jeni pergi ke ruang guru untuk meminta tanda tangan, disana mereka harus mengantri. Bersama mereka, ada seorang cewek yang sedikit.....
"Eh, tau nggak saya ada ringtone bagus." Ucapnya kepada teman-temannya.
Dia menunjukkan HPnya dengan memutar suara dari HP nya.
"Angkat dong, ada telfon nihhhh, angkat dong, ayo diangkat dooong." Bunyi ringtone aneh yang ditunjukkan cewek itu kepada teman-temannya. temannya hanya diam saja.
"Tau nggak itu suara siapaaaaaa?" Tanya cewek itu sambir cengar-cengir.
"Nggak." Jawab temennya.
"Itu suara sayaaaaa.. hahahahahahaha." Ucap cewek itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ini udah saya upload di internet yang like ada 2200, tapi yang not like ada 3000, jadi masih minus 800 :D aaahahahahaha." Jelasnya sambil tertawa.
kriik..krikk..krikk.. Tiba-tiba suara jangkrik.
"Haha." Teman cewek itu pun akhirnya ada yang tertawa.
"Tau nggak Gita Gutawa yang ngajarin siapa?" Tanya cewek itu
Krikk.. kriikk. krikk.
"Agnes Monica yang ngajarin siapa coba?" Tanya cewek itu lagi.
krikk..krikk..krikk.
"Sayaaaa.. Hahahahaha" Dia bertanya sendiri dan menjawab sendiri.
-___________-
Jono yang sedari tadi pura-pura membaca mading menatap Jeni.
"Ke Kantin Yuk." Ajak Jono
"Yuk." Jawab Jeni sambil menahan tertawa.
Jono dan Jeni keluar dari ruang guru lalu melepaskan tertawa yang mereka tahan sedari tadi mengantri di depan ruang guru gara-gara cerita heboh seorang cewek yang sangat luar biasa. HA HA HA~ Ketawa kek!
Setelah mendapatkan tanda tangan Jono dan Jeni menuju ke kelas dan ternyata kelasnya sudah bubar karena muridnya pulang semua.
Jadi intinya hari itu mereka sekolah tidak ada manfaatnya. Jono dan Jeni pulang sekolah dengan tertawa bersama-sama.

Pelajaran: dalam hidup, hargai setiap detik yang terjadi, se sederhana apapun itu, suatu hari nanti akan ada seseorang yang mengenangnya sambil tersenyum, akan ada orang-orang yang bahagia mengingat senyum-senyum kecil itu. tersenyumlah dan tertawalah karna masalah terberat sekalipun akan selesai dengan satu simpul senyum indah, dan gelak tawa yang bahagia. ~
ASF. 19 tahun. Mahasiswi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)