Pagi ini... matahari cerah, seperti biasanya Jono datang kerumah Jeni untuk berangkat sekolah bersama. Jono dan Jeni adalah sahabat baik yang saling melengkapi dalam susah maupun sangat susah. .
“Mau kerumah saya kan ini?” Tanya Jono. .
“Sekolah.” Jawab Jeni. .
Begitulah dialog mereka setiap hari kadang nggak penting.
“Ntar ke toko buku yuk, buat ngerjain tugas” Ajak Jeni. .
“Katanya mau ke toko komputer?” Tanya Jono .
“Ya mampir ke toko buku.” Jawab Jeni. .
“Kan abis itu mau sekolah.” Ucap Jono. .
“Kan ke toko bukunya bentar doang nggak minep.” Jawab Jeni.
.
“Terus ini ke toko buku dulu apa toko komputer dulu?” Tanya
Jono. .
Mereka ke toko komputer dulu.
Jono dan Jeni tidak ke sekolah, karena tidak ada jam
sekolah. Mereka pergi ke sebuah toko komputer untuk menggaransikan tablet Jeni
yang rusak. Jeni memang sering sekali merusak barang-barang.“Mbak mau garansiin
HP” Ucap Jeni.
“Iya mbak, tunggu sebentar ya.” Jawab Mbak-mbak yang
berjilbab hitam, entah siapa namanya, sebut saja dia Samsul.
“Tu, banyak tablet, lebih lebar, beli lagi aja, pake
garansi-garansi.” Ucap Jono kepada Jeni.
Tidak lama kemudian Om-Om berjenggot keluar. Om itu sangat ramah, Jeni dan Jono
mengurus garansi HP, Jeni meninggalkan identitas dan nomor HP untuk dihubungi jika garansinya selesai dan lalu mereka keluar dari toko komputer dengan senyam senyum, jangan
tanya alasannya. Karena mereka memang senyum-senyum tanpa alasan.
Setelah itu mereka menuju ke toko buku. Jono dan Jeni hanya
melihat-lihat dan tidak bertanya kepada penjaga toko sebelum mereka ditanya
duluan.
"Nyari apa Mbak?" Tanya si Mbak penjaga toko buku.
"Buku Manajemen Bank Mbak" Jawab Jeni
"Manajemen Perbankan Mbak?" Tanya Mbak itu lagi
"Iya Mbak," Jawab Jono
Mbak itu mencari-cari judul buku di catatannya, lembarnya di bolak-balik bolak-balik sampai lecek tapi percuma setelah
ditunggu ternyata bukunya tidak ada. Lalu Jono dan Jeni pergi meninggalkan toko
buku dengan senyam-senyum pula.
"Mbak, buku sebanyak itu kok nggak ada. Bakar aja
tokonya." Ucap Jeni.
"Ngomongnya yang keras." Sahut Jono sambil
tertawa.
Setelah itu Jono dan Jeni menuju ke sekolah. Setelah sampai
di sekolah Jono becandain Jeni terus, Jono menumpahkan minuman ke baju Jeni dan
Jeni marah kepada Jono. Lalu Jeni dan Jono diem-dieman. Setelah agak lama
mereka diem-dieman Jono dan Jeni saling bertatapan dan lalu mereka tertawa
bersama.. Mereka tidak jadi marahan. :D
Jono dan Jeni setelah baikan, mereka makan mi ayam di dekat
sekolah, Jono curhat dan Jeni mendengarkan.
di Sekolah mereka tidak ada pelajaran karena baru awal masuk
setelah liburan semester, jadi gurunya masih malas masuk sekolah.
Jono dan Jeni pergi ke ruang guru untuk meminta tanda
tangan, disana mereka harus mengantri. Bersama mereka, ada seorang cewek yang sedikit.....
"Eh, tau nggak saya ada ringtone bagus." Ucapnya
kepada teman-temannya.
Dia menunjukkan HPnya dengan memutar suara dari HP nya.
"Angkat dong, ada telfon nihhhh, angkat dong, ayo
diangkat dooong." Bunyi ringtone aneh yang ditunjukkan cewek itu kepada
teman-temannya. temannya hanya diam saja.
"Tau nggak itu suara siapaaaaaa?" Tanya cewek itu
sambir cengar-cengir.
"Nggak." Jawab temennya.
"Itu suara sayaaaaa.. hahahahahahaha." Ucap cewek
itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ini udah saya upload di internet yang like ada 2200,
tapi yang not like ada 3000, jadi masih minus 800 :D aaahahahahaha."
Jelasnya sambil tertawa.
kriik..krikk..krikk.. Tiba-tiba suara jangkrik.
"Haha." Teman cewek itu pun akhirnya ada yang
tertawa.
"Tau nggak Gita Gutawa yang ngajarin siapa?" Tanya
cewek itu
Krikk.. kriikk. krikk.
"Agnes Monica yang ngajarin siapa coba?" Tanya
cewek itu lagi.
krikk..krikk..krikk.
"Sayaaaa.. Hahahahaha" Dia bertanya sendiri dan
menjawab sendiri.
-___________-
Jono yang sedari tadi pura-pura membaca mading menatap Jeni.
"Ke Kantin Yuk." Ajak Jono
"Yuk." Jawab Jeni sambil menahan tertawa.
Jono dan Jeni keluar dari ruang guru lalu melepaskan tertawa
yang mereka tahan sedari tadi mengantri di depan ruang guru gara-gara cerita
heboh seorang cewek yang sangat luar biasa. HA HA HA~ Ketawa kek!
Setelah mendapatkan tanda tangan Jono dan Jeni menuju ke
kelas dan ternyata kelasnya sudah bubar karena muridnya pulang semua.
Jadi intinya hari itu mereka sekolah tidak ada manfaatnya. Jono
dan Jeni pulang sekolah dengan tertawa bersama-sama.
Pelajaran: dalam hidup, hargai setiap detik yang terjadi, se sederhana apapun itu, suatu hari nanti akan ada seseorang yang mengenangnya sambil tersenyum, akan ada orang-orang yang bahagia mengingat senyum-senyum kecil itu. tersenyumlah dan tertawalah karna masalah terberat sekalipun akan selesai dengan satu simpul senyum indah, dan gelak tawa yang bahagia. ~
ASF. 19 tahun. Mahasiswi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)