Boleh aku bercerita sedikit tentang sebuah kisah?
Yang kali ini bukan fiksi, bukan karangan, apalagi dongeng. Jelas bukan. Ini ceritaku yang benar-benar nyata.
Aku bertemu, aku pernah bertemu seseorang bermata tajam dan berwatak batu tapi sebenarnya manis, yang kasar tapi sebenarnya lembut. Aku bertemu di satu sisi duniaku yang monochrome dan tetap monochrome sampai hari ini, kecuali satu yang membedakan. Aku menikmati hitam putih ini.
Kadang warna dan cahaya tidak bekerja baik untuk duniaku
sehingga mataku hanya melihat peluh dan lelah yang tidak bercahaya tanpa warna,
hanya hitam, lalu putih, lalu hitam, lalu tenggelam. Aku tenggelam dalam
bayang-bayang semu hidupku dengan menggenggam kabar baik untuk hatiku sendiri.
Ya. Hanya aku yang tahu karena hanya aku yang rasakan.
Seseorang yang tadi kuceritakan. Tidak mengubah diriku dan
memang tidak ada yang mampu mengubah aku. Dan dia berubah untuk aku. Dia banyak
berubah, dan mungkin karena teriakanku atau kemarahanku, dia menangis di
pundakku, dia tertidur di pangkuanku. Dia seseorang yang tidak pernah kuduga
akan bersamanya.
Dia adalah seseorang yang kelelahan. Ya. Dia pasti lelah,
walaupun dia selalu berkata tidak, aku yakin dia lelah. Dia orang yang setiap
pagi menyambutku dengan keceriaan dan aku membalasnya dengan acuh. Dia tidak
marah, sampai aku sangat acuh dia tetap tidak marah, hingga aku benar-benar
amat sangat acuh. Dia baru mulai diam dan marah. Marahnya diawali dengan diam,
lalu aku ikut alur kediamannya, lalu dia bertanya sesuatu yang telak harus
kujawab tapi aku tetap diam. Lalu dia membanting amarahnya, dia menampar, dia
mencakar, dia marah. Itu caranya marah. Tapi aku diam, jika dia semakin marah,
aku semakin diam, bedanya kali ini air mataku terjatuh, lalu dia luluh.
Dia selalu berkata maaf untuk emosinya, tapi aku yang salah.
Dia selalu minta maaf walaupun itu bukan salahnya, dia pasti benar-benar
berasal dari batu. Tapi sekeras apapun dia, aku masih lebih keras. Jika dia
sebongkah batu dengan 1000.000 kali pukulan akan hancur, aku adalah batu yang sejuta
kali akan lebih keras dari itu. Dan dia luluh.
Entah apa yang ada di tanganku, tapi dia berhasil ku
genggam, entah akan berapa kali aku mencoba melepaskan, dia tetap tergenggam.
Aku sekalipun tidak pernah tahu apa alasannya, tapi ini hanya seorang aku yang
jahat dan egois. Mengapa dia tetap luluh?
Kenyataan yang semakin menyakitkan adalah. Aku. Aku yang
pernah bersumpah tidak membutuhkan orang lain dalam hidupku kini aku sangat
sangat mencintai orang itu. Aku yang bersumpah bisa berdiri sendiri sekarang
aku terbiasa berdiri di sampingnya. Aku yang hanya memikirkan aku dan aku. Kini
menjadi aku yang selalu tidak pernah berhenti memikirkan dia. Dia orang bodoh. Begitu
bodoh karena memilih orang sepertiku.
Mungkin aku adalah satu berbanding sepuluh juta wanita. Aku
adalah seseorang yang hanya ada satu orang sepertiku di dunia maka dari itu dia
memilihku. Aku adalah perempuan paling keras kepala paling jahat dan paling
mengecewakan yang pernah dia temui makanya dia tetap bersamaku. Jangan tanya
kenapa. Kami berdua benar-benar tidak pernah tahu jawabannya dan mungkin ini
yang di sebut dengan takdir.
Dia selalu mengira aku lebih cinta mantanku ketimbang dia,
tapi haha. Dia salah. Dia memang tidak pernah benar karena aku orang yang
paling benar. Aku memang pernah
mencintai mantanku, tapi aku lebih mencintai dia, jika dia membaca ini dia
pasti kelewat bahagia jadi, okay, lupakan paragraf ini dan berpura-pura aku
tidak pernah mengatakannya. Karena bisa jadi dia akan kepedean.
Aku dan dia bersama-sama melewati hari-hari. Sedetik, dua
detik, dua hari, dua minggu, dua bulan, dua tahun... Tapi aku belum tahu sampai
kapan batas kebersamaan ini tapi aku tahu kematianku akan dekat. Aku mungkin
akan mati sebelum dia mati. Mungkin beberapa tahun lagi, atau bisa jadi
beberapa puluh tahun lagi jika takdirku berputar arah. Jadi, aku masih akan
mengacuhkannya sampai dia sadar bahwa aku tidak pernah ingin menyakitinya.
Aku dan dia tertawa bersama-sama, tapi setelah aku sampai
rumah dan tertidur, sambil terpejam mataku menetes. Itu caraku menangis agar
tidak ada yang tahu. Aku menangisi dia. Kenapa aku harus bertemu orang seindah
dia, hingga aku begitu takut perpisahan akan menghampiri kami. Jangan menangis
lagi, kadang aku bicara kepada diriku sendiri untuk menghibur diri, tapi aku
tetap menangis.
Aku dan dia menunggu hujan reda, tangannya dingin tapi tatapannya tetap saja hangat. Aku dan dia bersama-sama basah karna hujan, dan itu hal yang paling menyenangkan yang paling aku ingat. Setetes... setetes... air langit menetes, dan seperti waktu berhenti, dan dia di sampingku, aku tidak ingin pulang tapi harus pulang.
Aku. Hanya sendirian di bawah hamparan langit ini. Jika bintang
bisa menghiasi langit, mungkin aku bukan bintangnya, mungkin juga bukan
malamnya. Tapi aku sekedar angin yang tidak pernah terlihat tapi dia melihatku.
Dan aku semakin sakit menyadari itu.
Aku adalah manusia terburuk yang paling beruntung yang
diciptakan Tuhan karena ini. Aku beruntung ada orang yang rela setia kepadaku
sementara aku hanya debu. Aku akan menjadi debu. Aku bisa melakukan apapun yang
mengejutkan tapi aku tidak pernah terkejut dengan diriku, aku hanya memandang
duniaku adalah dunia yang membosankan dan aku benar-benar hampir mati
dibuatnya. Aku bosan... tapi hingga tak terhingga aku menghitung berapa kali
aku bosan ada satu alasanku untuk tetap bertahan. Aku ingin membahagiakan dia,
aku ingin menjadi alasan setiap hari dia tertawa dan tersenyum, aku ingin
menjadi tempat ternyaman baginya. Aku ingin menjaganya dan mendampinginya
sampai terlelap dan bangun lagi. Aku mau dia bahagia dalam hidupnya, walaupun
dengan berbagai caraku yang bisa disebut aneh.
Terakhir... Ada satu hal yang dia tidak pernah tahu dan aku
tidak akan memberitahunya sampai kapanpun. Yaitu. Aku sangat bangga
mendampinginya. Aku sangat bangga kepadanya. Aku bangga punya dia. Semoga Tuhan
berikan akhir yang indah untuk film singkat ini. Khususnya teruntuk dia. Yang
paling kusayangi...

tak baca dari awal sampe abes jleppp banget kakak, ini tulisan cay banget makk nyuss lah
BalasHapuscie cie awass pacarnya kegeeran kak.hehe