Ini musim "Jagad-Raya-Bercerita"
Angin berbisik parau, menelisik bumi hijau
Langit yang cemburu padamu membiru haru
Kala kemudian awannya rintikkan air mata
Memeluk aku dengan nyata, merengkuh semesta melalui hujannya
Matahari rentan marah membuat gelisah
Mencari celah menumpu selah
Burung-burung gereja berceloteh risuh
Menilik dengan angkuh, kala kusapa kemudian menjauh
Pun. Ketika matahari mengalah pada musim dingin
Seraya aku memenjara ingin,
Tiada kenan pesan alam bagi sekadar keluar rumah bermain bersama angin
Biarkan...
Biarkan sendu haru lagu nyanyian langit biru
yang ketika kamu terjatuh dia tetap bisu
yang ketika kamu terjatuh dia tetap bisu
Biarkan perlahan muram suram sajian alam
yang enggan mengubah takdir atas rasa sedemikian getir
yang enggan mengubah takdir atas rasa sedemikian getir
Biarkan resah gelisah matahari merah rentan marah
yang tak tunjukkan arah ketika kau benahi sujud atas rasa yang tak berwujud
yang tak tunjukkan arah ketika kau benahi sujud atas rasa yang tak berwujud
Aku tak apa dimusuhi jagad raya
Tak apa dicacimaki burung gereja
Toh,
Sejak sediakala hari yang kuseduh selalu tanpa gula
Biarkan padam redam senja dipeluk malam
Toh,
Sejak sediakala sani kejora tak pernah berkunjung di pelatara
Mari tetap begini...
Berdiri kokoh menerpa ombak
Mari terus begini,
Biar saja porak terkikis gejolak
Mari tetap begini...
Berdiri kokoh menerpa ombak
Mari terus begini,
Biar saja porak terkikis gejolak
Biar saja mereka begitu...
Tak akan layu goyah pendirianku
Hanya saja semesta yang terlalu cemburu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)