(Jika demikian)
Bagaimana dengan
dirimu di musim kemarau panjang
Ketika hujan dihalang
tiada kunjung datang.
(Jika demikian)
Untuk hujan pilu yang
kau tunggu
Di musim panas
rajutlah sesuatu dari rindu demi rindu
yang mungkin akan kau
pakai
Ketika kemarau usai
(Jika demikian)
Tentang taman lain
yang jauh di sana.
Biar hujan sejenak
datang padanya
untuk daun yang sudah
lama gugur
untuk bunga yang layu
tertidur
dan tanah gersang
yang sudah lama tak pernah subur
(Jika demikian)
Karena musim adalah
sebaik-baiknya pemegang janji yang tak pernah curang.
Ketika hujan kemudian
lagi dipersilahkan datang,
Pejamkan saja matamu
atas tetes-tetes penghujan yang mendamaikan
Genggam saja rintiknya
yang dingin dan menyenangkan
Hitung bagaimana
hujan mencurahkan segalanya padamu yang dengan teramat dalam
Hitung tanpa henti hingga kamu benar-benar tenggelam.
@duetpuisi
Tema kedua (Musim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)