Ternyata air mata
dari langit yang cemburu
bukan lalu menjadi
alasan bagi kita untuk ikut rasakan haru biru
Hujan jatuh di kaki
kita dengan berirama
Katak dan bunga yang
berbeda saja masih bisa bernyanyi bahagia
Semesta yang senang
bercerita juga ikut berkidung ceria
Hujan jatuh di
sepatumu seperti sebuah lagu
Nada pertama dimulai
dari ‘aku’ dan berakhir di ‘kamu’
Kemudian kita adalah
bait-bait melodi yang saling jatuh hati
Merinai mimpi dari
lantunan laras alam yang sani
Hujan jatuh di bahu
kita seperti senandung suka
Nada pertama dimulai
dari ‘angkasa’ dan berakhir di dalam ‘sukma’
Kemudian kita adalah
tangga nada yang saling jatuh cinta
Yang dinyanyikan
kejora di depan pelatara
Hujan jatuh di depan
mata seperti lagu romantis
Nada pertama sampai
akhir tidak akan pernah habis
Kemudian kita adalah
syair-syair yang teruntai manis
Dari rilis rintik
syahdu gerimis yang terbingkis harmonis
@duetpuisi
Tema Ketiga (Eufhoni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)