Tengadah pada langit?
Yang kelabu menghitam
Kemudian perlahan...
semakin padam.
Dunia selalu
menggambarkan isi hatiku bukan?
Ada hujan deras di
atap rumah yang semakin cerau
Ada isak di dalam
sini yang terdengar semakin parau
Jangan hentikan hujan
yang kacau menjadi kemarau
Memang ulahku-lah
Musim hujan menjadi
buncah
Mencintai di tempat
yang salah
Bagaimana jika hujan
tidak akan berhenti
Semakin menjadi
memporak-porandakan hati
Yang tidak dapat dimiliki
Hujan yang kemarin
lalu menyenangkan kini menjadi pasai
Di sudut-sudut hatiku
Hujan yang kemarin
lalu bermelodi kini menjadi badai
Di ujung-ujung mataku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)