Kemudian


Lalu perputaran ini semakin tajam, semakin cepat dan menyakitkan,
kamu sangat amat sempurna mencintaiku dengan kekanak-kanakanmu
sehingga akupun tidak pernah tumbuh dewasa...
Lalu roda ini terus berputar... berputar... berputar,
mentalku terpelana jauh menembus bayang-bayang
yang aku sendiri tidak mengerti bagaimana akhirnya.
Kamu menyakitiku dengan tidak sadarmu,
dengan kamu tidak melakukan apa-apa saja,
aku sakit.
Sakit, karena aku takut bahagia ini menemui batas akhir,
seperti batas waktu embun yang harus mengering dari daunnya.

Kamu mengajari aku menjadi lemah, sial.
 Kamu menjagaku dengan sangat hati-hati bahkan kehati-hatianmu sangat berlebihan
membuat aku menjadi sebuah barang antik yang mudah sekali hancur.

Waktu itu, kamu bercermin melihat dirimu sendiri di sana,
dengan mata berbinar penuh harapan kebahagiaan,
kemudian tersenyum kepadaku
Aku hanya memaku.
Aku melepaskan kata-kata dari otakku dan bergelut dengan diam. Aku membuang wajahku ke arah lain, seperti biasanya jika kamu tersenyum padaku,
bukan. Bukan karena aku acuh.
Tapi.
Karena air mataku tiba-tiba terjatuh.
Aku sadar, mungkin tidak lama lagi aku tidak bisa melihat tingkahmu yang aneh itu lagi,
tidak lama lagi,
Tidak lama lagi aku akan kehilangan rasa kesal seperti biasanya ketika kamu membuatku kesal.
Tidak lama lagi aku akan melepas kamu, tidak lagi bisa menampar pipimu
Lalu siapa nanti yang menyakitiku jika kamu menghilang?
Lalu siapa nanti yang memarahiku jika aku nakal?
Lalu apa benar aku hanya akan menatap halaman kosong di pagi hari
 tanpa ada kamu duduk disitu yang sedang menungguku keluar.
Lalu apa benar, aku akan berjalan sendiri sekarang menatap masa depanku.
---
Aku terlepas,
Menghempas...
Maksudku tidak lama lagi aku akan terlepas darimu.
Dan kamu mulai menjemput mimpimu...
Dan aku terus mendoakanmu dari sisi ini,
Sisi hati yang entah harus merasa apa
Bangga?
Resah?
Gelisah.
Yang jelas kamu akan terlepas dari dahanmu sekarang.
Entah, akan terbang tinggi bersama angin
Atau hanya jatuh di bawah pohonmu...
Lalu aku masih menunggu musim,
Yang entah akan membawaku terbang mengikutimu,
Atau juga jatuh berpijak di bawah.
---
Aku tidak nyaman ada di sampingmu
Tapi ternyata, lebih tidak nyaman jika tidak disampingmu.
---
Akhir-akhir ini sering tidak kubalas pesanmu
Sering aku menghilang dan kamu juga diam...
Aku hanya sedang berlatih
Bagaimana aku nanti jika tanpa kamu...
Ternyata tidak mudah.
-oo-
Lalu kelak, apa aku akan hidup bahagia denganmu?
Membesarkan anak-anak kita dan mati dengan hati gembira?
Lalu kelak, apa yang akan kamu lakukan dengan hari-hari kita?
Apa kita mengukir cerita,
Atau sampai di sini saja...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)