Mengapa sayangnya, hati yang ku keluhkan akhirnya lagi-lagi membuatku terjatuh ke dalamnya.
Mengapa sayangnya, ketika aku marah, bahkan aku tidak bisa berteriak padamu.
Lalu aku mencair begitu saja ketika menatap mata bulatmu yang teduh
Lalu aku hanya ingin menangis karena tak bisa menyalahkanmu,
Lalu kamu hanya akan bertanya ada apa denganku?
Dan suaramu yang terdengar rendah, hanya begitu saja meluluhkan.
Kamu penyihir.
Tidak tahu dengan bagaimana lagi caraku menjauhimu,
tapi aku semakin mendekat.
Aku disihir
Tidak tahu dengan bagaimana lagi caraku mencintaimu,
Seperti cintaku padamu adalah sebesar-besarnya cinta
Yang kian hari kian meluber,
Andai saja dapat aku jelaskan dengan kata-kata sederhana yang dapat dimengerti.
Aku tidak akan serepot ini mencintaimu.
(Untuk miu-miu kucing peliharaanku yang paling kusayang)
Mengapa sayangnya, ketika aku marah, bahkan aku tidak bisa berteriak padamu.
Lalu aku mencair begitu saja ketika menatap mata bulatmu yang teduh
Lalu aku hanya ingin menangis karena tak bisa menyalahkanmu,
Lalu kamu hanya akan bertanya ada apa denganku?
Dan suaramu yang terdengar rendah, hanya begitu saja meluluhkan.
Kamu penyihir.
Tidak tahu dengan bagaimana lagi caraku menjauhimu,
tapi aku semakin mendekat.
Aku disihir
Tidak tahu dengan bagaimana lagi caraku mencintaimu,
Seperti cintaku padamu adalah sebesar-besarnya cinta
Yang kian hari kian meluber,
Andai saja dapat aku jelaskan dengan kata-kata sederhana yang dapat dimengerti.
Aku tidak akan serepot ini mencintaimu.
(Untuk miu-miu kucing peliharaanku yang paling kusayang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)