Menolong dengan Doa


وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧


77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Q.S. Al-Qashash: 77)

Berbuat baiklah dengan hartamu, jika hartamu tidak mencukupi, berbuat baiklah dengan tindakanmu, jika tindakanmu tidak sampai, maka berbuatbaiklah dengan hatimu, dengan cara mendoakan orang lain yang sedang kesulitan, atau yang membutuhkan pertolongan, sedang dirimu tidak mampu menolong dengan apapun.

Hari ini aku bertemu dengan seorang bapak-bapak di salah satu mushola yang aku lewati ketika aku sejenak mampir untuk melaksanakan shalat zuhur. Bapak-bapak itu tidak bisa berjalan dengan baik. Menggerakkan kakinya saja sulit, untuk melangkahkan satu langkah kaki saja perlu beberapa waktu. Dia berjalan sendirian, merambati tembok mushola dengan berpegangan sambil bergetar. Kedua kaki, tangan dan wajahnya basah, sepertinya dia baru selesai berwudhu. Dia melihat dengan tatapan yang getir. Aku tidak tahu harus menolong dengan cara apa. Aku hanya membiarkannya dengan memendam rasa iba dalam hati. Setelah aku menyelesaikan wudhu dan shalatku, Bapak itu baru saja akhirnya masuk mushola dan baru akan mengenakan sarung. Aku hanya melakukan satu hal, di akhir shalatku aku mencoba mendoakan kehidupan yang lebih baik baginya di hari yang akan datang. Meminta Allah memudahkan urusannya dan memohon kepada Allah untuk mengangkat penyakitnya agar dia bisa hidup seperti orang-orang normal. Agar dia bisa berjalan dengan baik, agar dia bisa bekerja, agar dia bahagia. Sebab aku tidak bisa menolong apa-pun saat aku melihatnya kesulitan. Bukankah sudah kewajiban seorang Muslim untuk menolong saudara Muslim lainnya yang kesulitan. Semoga saja Allah mendengar doaku, sebab sampai saat ini aku menyesal tidak melakukan apapun saat itu. Aamiin..

Yuk menebar kebaikan, rajin-rajinlah menolong orang lain. dengan sekecil apapun perbuatan baik itu, akan dibalas kebaikan pula oleh Allah SWT. :))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)