Seperti ranting
pohon yang terkadang merindukan gerimis saat musim kemarau,
Menghilang
memang salah satu cara tepat untuk dirindukan,
kemudian bersama
lagi membangun kebahagiaan.
Lalu pada saat
rintik hujan kembali datang,
keduanya bersua
meski tanpa aksara,
mereka bahagia.
Pohon menyimpan
rintik hujan dalam akar-akarnya agar tidak meninggalkannya lagi.
Sama halnya aku
yang menyimpanmu rapat-rapat dalam hatiku,
Aku kira,
dengan membiarkan sebuah kepergian,
kita akan saling merindukan,
saling kehilangan,
saling mencari,
dan berakhir dengan saling menemukan.
Tapi tentu saja
tidak.
Aku, kamu dan
kita.
Melalui sebuah
persimpangan,
perpisahan,
terus berjalan,
dan berakhir dengan saling melupakan.
Sekarang kita
sama-sama menghilang tanpa jejak.
Sekarang kita
sama-sama bahagia,
Kamu bahagia di
sana,
Aku bahagia di sini.
Ternyata pada
akhirnya,
Kita masih bisa
sama-sama bahagia tanpa bersama-sama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mau komen? boleehhhh.. :)