Kita Sulit


Aku mendengar suara-suara  yang kemudian melekat di ingatan dengan begitu cepat
Aku menatap bulatan mata hitam yang kemudian melekat di fikiran dengan begitu dekat
Aku menjawab sapaan hati  yang kemudian menghancurkanku dengan begitu hebat.
Aku menemui perpisahan yang kemudian keadaan ini membuatku bernafas lambat.
Asing.
Bising.
Terasing.
Sekarang masih waktunya menghayati lambaian tanganmu di selangkah demi selangkah dimana kamu meninggalkan.
Masih terasa lekat di ingatan, segala hal kecil itu tumpah ruah tak karuan.
Sekarang masih waktunya menghayati bayanganmu di arah demi arah saat kita pernah singgah
Masih terasa dekat di fikiran, segala lelucon yang tak pernah lucu itu menyeruak bersamaan.
Andai aku bisa menghapusmu semudah kamu menghapus aku.
Kita.
Tidak akan sesulit ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)