Puisi qu


Untukmu yang malam ini sudah tertidur.
Aku tahu, seharusnya saat ini aku mengerjakan revisi tesisku tapi entah kenapa aku malah menulis ini..
Tahukah kamu, kupingmu caplang kalau habis potong rambut.
Tapi seperti minyak kayu putih, meskipun caplang ia menghangatkan.
Kamu membawakan ketenangan dengan cara bicaramu yang menggebu-gebu padahal sebenarnya tidak.
Kamu sering bilang kamu ganteng waktu lagi ngaca.
Aku bilang. Tidak. Kamu gendut.
Tapi maaf sebenarnya meskipun aku tidak bohong, tapi dalam hatiku aku bilang iya kamu ganteng, tapi tidak kuucapkan karena kamu suka ke ge-eran.
Pertanyaan yang suka kutanyakan sendiri berkali-kali
Kenapa kamu begitu siaga, setia dan selalu ada.
Padahal aku,
tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mba-mba customer service HP atau Wirda Mansur
aku merasa seperti sebuah kantong kresek.
Walau tidak begitu sempurna, tapi dianggap penting juga
Apalagi kalau sedang hujan dan tidak bawa mantel
Bisa untuk membungkus kakimu agar sepatu barumu tidak basah
Aku tahu tulisan ini aneh sekali
Maka dari itu akan kuhentikan disini,
Selamat malam , goodnite 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau komen? boleehhhh.. :)